18 Nov 2020

Industri Nabati Lestari Kantongi Penjualan Rp 2,8 T

images

RMco.id Rakyat Merdeka - Produksi turunan CPO milik PT Industri Nabati Lestari (INL), anak usaha Holding PTPN III (Persero) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, telah memasarkan 95 persen dari total produksi ke mancanegera.

Hingga September 2020, total nilai penjualan telah mencapai sekitar Rp 2,8 triliun dengan total volume penjualan sebanyak 315 ribu ton.

Tujuan ekspor perseroan; Bangladesh, Kroasia, India, Maritinus, Pakistan, Nigeria, China, Sudan, Yordania, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Dijbouti, Amerika Serikat, Malaysia, Llattakia, Srilanka, Tanzania, Mozambique, Iran, Ludhiana, dan Senegal.

Hasyim menambahkan, INL telah memiliki produk ritel minyak goreng bermerk Salvaco dengan segmentasi menengah ke atas yang dipasarkan di dalam negeri. Produk dipasarkan dalam bentuk kemasan 1 dan 2 liter.

Total produksi minyak goreng ritel yang telah dihasilkan perusahaan sebanyak 3.868 Ton dengan total nilai penjualan sebesar Rp 42,84 Miliar. Sejak Maret 2020, produksi minyak goreng INL menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan sehingga perusahaan memiliki prospek yang sangat baik untuk masuk ke pasar ritel dalam negeri.

“Adapun area pemasaran produk Salvaco masih mencakup wilayah Sumatera Utara (Sumut, Aceh, dan Riau) dengan melakukan kerja sama berskema distributor bersama 12 mitra perusahaan distributor dan menargetkan pada tahun 2021 akan memenuhi pasar seluruh Sumatera, Jawa, dan Bali,” jelas Hasyim.

Ia mengungkapkan, INL akan segera meluncurkan minyak goreng Malico. Produk ini dipasarkan pada segmentasi menengah ke bawah kemasan pillow pack pada Desember 2020.

Dia menambahkan, meskipun di tengah Pandemi Covid-19 INL telah berhasil menyerap 218 tenaga kerja dengan presentase 60 persen tenaga kerja lokal (Kabupaten Area Kerja dan Daerah Penyangga) dan 40 persen tenaga kerja non-lokal.

Direktur INL, Hasyim Toriq menjelaskan, total nilai penjualan tersebut ditopang dari produksi refinery CPO olah sebesar 330 ribu MT dengan produk Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO), Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) Olein dan Stearin. Sejak beroperasi dan komersil 28 Februari 2019 sampai September 2020, pencapaian INL termasuk ekspor produksi ke mancanegara sangat tinggi.

Sumber: https://rmco.id/baca-berita/ekonomi-bisnis/53729/industri-nabati-lestari-kantongi-penjualan-rp-28-t